Minggu, 19 Januari 2014

Patuh Pada Karpet atau Rasulullah (SAW)?

Semua orang tahu bahwa ibadah yang pertama kali dihisab adalah shalat. Kalau baik shalatnya, maka ibadah yang lainnya insya Allah baik pula.
Eh, apa bener semua orang tahu???
Entah tahu atau tidak, yang jelas Bejo merasa prihatin sekali karena masih banyak umat Islam yang lebih taat dan patuh pada karpet dibandingkan terhadap Rasulullah SAW.
Jokowi Ah Masa?
 Eh beneeerr, koq pak gub nggak percaya..
Walaupun Bejo nggak keluar seperti rombongan JT yang gigih dalam dakwah, Bejo ini termasuk sering shalat berjamaah di berbagai masjid berbeda. Bukan karena diundang jadi khatib Jumat, tetapi karena tuntutan kerjaan Bejo sebagai CEO sekaligus Salesman di TWM.

Ngaco. Mana Ada Muslim yang Lebih Taat Pada Karpet?

Ada dan banyak pak ternyata..
Di masjid-masjid kan dipasangi karpet panjang (yang katanya) made in Turki dengan pola seperti sajadah yang bersambung-sambung itu lho pak? Nah di mana tempat Bejo melihat sebagian dari orang-orang yang ikut shalat berjamaah masing-masing mengisi pola sajadah pada karpet tersebut, sehingga shaf shalat pun menjadi renggang.
Padahal Rasulullah SAW telah menegaskan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf shalat, karena merupakan bibit perpecahan: Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam selalu meluruskan shaf kami, sehingga beliau seolah-oleh meratakan anak panah sehingga beliau melihat bahwa kami telah memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar (untuk menunaikan sholat), lalu berdiri hingga ketika hampir mengucapkan takbir, beliau melihat seorang lelaki dadanya keluar (menonjol) dari shaf, maka beliau bersabda: ""Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara (wajah-wajah) kalian." (HR Muslim dan Ahmad)
Apa itu bukan berarti bahwa masih banyak muslim yang lebih patuh pada karpet, daripada Rasulullah SAW?
pikirin_dulu

Nggak usah dipikir-pikir lagi Patrick!
Berikut adalah..

Hadits-hadits Lain Tentang Pentingnya Shaf yang Lurus

"Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat." (HR Bukhary)
"Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat." (HR Ibnu Majah)
"Tidakkah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat (dengan rapih) di hadapan Rabb mereka?" Maka kami bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimanakah berbarisnya para malaikat di hadapan Rabb mereka?" Beliau bersabda: "Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan merapatkan shaf." (HR Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
"Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil." (HR Abu Dawud)
"Barangsiapa menyambung suatu shaf, niscaya Allah menyambungnya (dengan rahmatNya). Dan barangsiapa yang memutuskan suatu shaf, niscaya Allah memutuskannya (dari rahmatNya)." (HR An-Nasai)

Cinta Karpet atau Cinta Rasul?

Bejo menanyakan ini kepada pengurus mushola dan masjid yang menggunakan karpet tersebut. Karena sebab tidak rapatnya shaf adalah karpet-karpet tersebut, bukankah akan lebih baik jika karpet seperti itu tidak digunakan lagi. Ganti dengan yang lain!
Kalau memang masih merasa sayang, silakan digunakan untuk kepentingan lain. Untuk perpustakaan masjid, atau dijual aja..
Kecuali memang kalau masih lebih mencintai karpet melebihi cinta kepada Rasulullah.. :p
Karena mendidik jamaah untuk paham mengenai pentingnya lurus dan rapat shaf dalam shalat jauh lebih sulit. Kalau karpetnya diganti dengan yang polos atau setidaknya yang tidak memiliki pola sajadah maka jamaah tidak punya pilihan lain. Beberapa orang itu modelnya memang HARUS DIPAKSA!
Atau Bejo harus menulis tentang Teori Konspirasi Karpet Turki?
Yang suka boleh share, yang nggak suka boleh comment, eh, complaint.. :)
Source: Patuh Pada Karpet atau Rasulullah (SAW)?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar